DASAR-DASAR KELISTRIKAN
Sebagaian besar peralatan kelistrikan pada mobil. Barang kali sukar (sulit) untuk melakukan perawatan atau servis peraatan kelistrikan, karena peralatan tersebut digerakkan oleh listrik yang tidak dapat dilihat dengan mata manusia. Tetapi kalian akan menemukan bahwa kelistrikan bekerja sesuai dengan contoh (pattern) tertentu didasarkan pada sifat-sifat dan kerjanya kelistrikan.
Kemudian penting sekali untuk anda menguasai sepenuhnya tentang dasar-dasar kelistrikan dengan tujuan untuk dapat memahami konstruksi dan cara kerja peralatan-peralatan kelistrikan yang digunakan pada mobil.
KELISTRIKAN.
1. KOMPOSISI DARI BENDA-BENDA.
Suatu benda bila dibagi sampai bagian-bagian yang terkecil tanpa meninggalkan sifat aslinya, kita akan mendapatkan suatu partikel yang disebut molekul. Kemudian bila molekul ini kita bagi lagi maka kita akan dapatkan bahwa molekul terdiri dari beberapa atom.
Semua atom terdiri dari inti yang dikelilingi oleh partikel-partikel yang sangat tipis, yang biasa disebut dengan elektron-elektron yang erputar mengelilingi inti dengan orbit yang berbeda-beda.
Inti sendiri terdiri dari proton dan neutron dalam jumlah yang sama (kecuali atom hydrogen yang kekurangan jumlah neutron). Proton dan elektron mempunyai suatu hal yang sama yaitu muatan listrik (electrical charge). Muatan listrik pada proton diberi muatan positif (+) sedangkan pada elektron diberi muatan negatif (-) sedangkan netron sendiri tidak bermuatan (netral). Dikarenakan jumlah muatan listrik positif pada proton dalam suatu atom adalah sama dengan jumlah muatan listrik negatif pada elektron, maka atom akan bermuatan netral.
Sesuai dengan hukum alam dari atom, dimana akan terjadi gaya tarik-menarik antara elektron dan inti (jumlah electron dan proton sama) maka elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing.
2. ELEKTRON BEBAS.
Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti disebut valence elektron. Karena elektron yang mempunyai orbit paling jauh dari gaya tarinya lemah, maka elektron ini mempunyai gaya keluar dari orbitnya dan berpindah ke atom yang lain.
Tembaga, perak, atau logam lainya, valensi electronnya akan bergerak hamper bebas terhadap intinya, dengan demikian elektron ini disebut elektron bebas.
Berbagai karakter dan macam aksi kelistrikan seperti loncatan listrik statis (static electrisity spark), pembangkit panas, reaksi kimia atau aksi magnet dapat terjadi karena adanya aliran listrik, hal ini disebabkan adanya electron bebas.
TIPE LISTRIK DAN SIFAT-SIFATNYA
1. LISTRIK STATIS DAN LISTRIK DINAMIS
Ada dua tipe listrik yaitu : listrik statis dan listrik dinamis. Listrik dinamis dapat dibagi lagi menjadi arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC).
Listrik Statis
(Static Electricity)
Kelistrikan
Arus Searah
Listrik Dinamis (AC)
(Dynamic Electricity) Arus Bolak-balik
(DC)
LISTRIK STATIS
Bila benda konduktor seperti sebatang kaca (glass rod) digosok dengan kain sutera, kedua permukaan batang kaca dan sutera menjadi muatan listrik, satu bermuatan positif dan yang satu lagi bermuatan negatif. Tanpa menyentuh kedua benda tersebut dan menghubungkan dengan konduktor, muatan listrik akan tetap berada pada permukaan batang kaca atau kain sutera. Karena tidak terjadi gerakan maka tipe kelistrikan ini disebut listrik statis.
Dalam rumus elekton bebas, listrik statis adalah suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing, akan tetapi tidak bergerak dan hanya berkumpul diatas permukaan benda tersebut.
LISTRIK DINAMIS
Listri dinamis adalah suatu keadaan terjadinya aliran elektron-elektron ini berasal dari elektron-elektron yang sudah terpisah dari atomnya masing-masing dan bergerak melalui suatu benda yang sifatnya konduktor.
Bila elektron-elektron bebas bergerak dengan arah yang tetap, maka listrik dinamis ini disebut listrik arus searah (DC). Bila arah gerakan dan jumlah arus (besar arus) bervariasi secara periodik terhadap waktu, maka listrik dinamis ini disebut listrik arus bolak-balik (AC).
APAKAH ARUS LISTRIK ITU ?
Bila kita menghubungkan baterai dan lampu dengan kabel tembaga, maka lampu akan menyala. Arus listrik akan mengalir dari positif ( + ) ke negatif ( – ).
SATUAN PENGUKURAN ARUS LISTRIK
Besar arus listrik yang mengalir melalui konduktor adalah sama dengan jumlah elektron bebas yang melewati penampang konduktor setiap detik. Arus listrik dinyatakan dengan I (Intensity) sedangkan besar arus listrik dinyatakan dengan satuan ampere, disingkat A. Satu ampere A sama dengan pergerakkan 6.25 x elektron bebas yang melewati konduktor setiap detik.
KEJADIAN-KEJADIAN YANG DISEBABKAN OLEH ARUS LISTRIK
Bila arus mengalir pada konduktor atau elektrolit akan menyebabkan (menimbulkan) tiga kejadian:
a. Pembangkitan panas
Bila arus melewati konduktor, akan menghasilkan panas. Contohnya meliputi: Head light, cigarette lighter, Fuse dll.
b. Aksi Kimia
Bila aksi kimia terjadi pada electrolit (cairan yang dapat dilalui (dialiri) arus listrik) akan menyebabkan arus listrik mengalir. Baterai bekerja berdasarkan prinsip ini.
c. Aksi magnet
Bila arus listrik mengalir pada kabel atau kumparanakan menghasilkan medan magnet disekitarnya prinsip ini digunakan pada ignition coil, alternator motor starter dan macam-macam solenoid.
Kemudian penting sekali untuk anda menguasai sepenuhnya tentang dasar-dasar kelistrikan dengan tujuan untuk dapat memahami konstruksi dan cara kerja peralatan-peralatan kelistrikan yang digunakan pada mobil.
KELISTRIKAN.
1. KOMPOSISI DARI BENDA-BENDA.
Suatu benda bila dibagi sampai bagian-bagian yang terkecil tanpa meninggalkan sifat aslinya, kita akan mendapatkan suatu partikel yang disebut molekul. Kemudian bila molekul ini kita bagi lagi maka kita akan dapatkan bahwa molekul terdiri dari beberapa atom.
Semua atom terdiri dari inti yang dikelilingi oleh partikel-partikel yang sangat tipis, yang biasa disebut dengan elektron-elektron yang erputar mengelilingi inti dengan orbit yang berbeda-beda.
Inti sendiri terdiri dari proton dan neutron dalam jumlah yang sama (kecuali atom hydrogen yang kekurangan jumlah neutron). Proton dan elektron mempunyai suatu hal yang sama yaitu muatan listrik (electrical charge). Muatan listrik pada proton diberi muatan positif (+) sedangkan pada elektron diberi muatan negatif (-) sedangkan netron sendiri tidak bermuatan (netral). Dikarenakan jumlah muatan listrik positif pada proton dalam suatu atom adalah sama dengan jumlah muatan listrik negatif pada elektron, maka atom akan bermuatan netral.
Sesuai dengan hukum alam dari atom, dimana akan terjadi gaya tarik-menarik antara elektron dan inti (jumlah electron dan proton sama) maka elektron akan tetap berada dalam orbitnya masing-masing.
2. ELEKTRON BEBAS.
Elektron-elektron yang orbitnya paling jauh dari inti disebut valence elektron. Karena elektron yang mempunyai orbit paling jauh dari gaya tarinya lemah, maka elektron ini mempunyai gaya keluar dari orbitnya dan berpindah ke atom yang lain.
Tembaga, perak, atau logam lainya, valensi electronnya akan bergerak hamper bebas terhadap intinya, dengan demikian elektron ini disebut elektron bebas.
Berbagai karakter dan macam aksi kelistrikan seperti loncatan listrik statis (static electrisity spark), pembangkit panas, reaksi kimia atau aksi magnet dapat terjadi karena adanya aliran listrik, hal ini disebabkan adanya electron bebas.
TIPE LISTRIK DAN SIFAT-SIFATNYA
1. LISTRIK STATIS DAN LISTRIK DINAMIS
Ada dua tipe listrik yaitu : listrik statis dan listrik dinamis. Listrik dinamis dapat dibagi lagi menjadi arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC).
Listrik Statis
(Static Electricity)
Kelistrikan
Arus Searah
Listrik Dinamis (AC)
(Dynamic Electricity) Arus Bolak-balik
(DC)
LISTRIK STATIS
Bila benda konduktor seperti sebatang kaca (glass rod) digosok dengan kain sutera, kedua permukaan batang kaca dan sutera menjadi muatan listrik, satu bermuatan positif dan yang satu lagi bermuatan negatif. Tanpa menyentuh kedua benda tersebut dan menghubungkan dengan konduktor, muatan listrik akan tetap berada pada permukaan batang kaca atau kain sutera. Karena tidak terjadi gerakan maka tipe kelistrikan ini disebut listrik statis.
Dalam rumus elekton bebas, listrik statis adalah suatu keadaan dimana elektron bebas sudah terpisah dari atomnya masing-masing, akan tetapi tidak bergerak dan hanya berkumpul diatas permukaan benda tersebut.
LISTRIK DINAMIS
Listri dinamis adalah suatu keadaan terjadinya aliran elektron-elektron ini berasal dari elektron-elektron yang sudah terpisah dari atomnya masing-masing dan bergerak melalui suatu benda yang sifatnya konduktor.
Bila elektron-elektron bebas bergerak dengan arah yang tetap, maka listrik dinamis ini disebut listrik arus searah (DC). Bila arah gerakan dan jumlah arus (besar arus) bervariasi secara periodik terhadap waktu, maka listrik dinamis ini disebut listrik arus bolak-balik (AC).
APAKAH ARUS LISTRIK ITU ?
Bila kita menghubungkan baterai dan lampu dengan kabel tembaga, maka lampu akan menyala. Arus listrik akan mengalir dari positif ( + ) ke negatif ( – ).
SATUAN PENGUKURAN ARUS LISTRIK
Besar arus listrik yang mengalir melalui konduktor adalah sama dengan jumlah elektron bebas yang melewati penampang konduktor setiap detik. Arus listrik dinyatakan dengan I (Intensity) sedangkan besar arus listrik dinyatakan dengan satuan ampere, disingkat A. Satu ampere A sama dengan pergerakkan 6.25 x elektron bebas yang melewati konduktor setiap detik.
KEJADIAN-KEJADIAN YANG DISEBABKAN OLEH ARUS LISTRIK
Bila arus mengalir pada konduktor atau elektrolit akan menyebabkan (menimbulkan) tiga kejadian:
a. Pembangkitan panas
Bila arus melewati konduktor, akan menghasilkan panas. Contohnya meliputi: Head light, cigarette lighter, Fuse dll.
b. Aksi Kimia
Bila aksi kimia terjadi pada electrolit (cairan yang dapat dilalui (dialiri) arus listrik) akan menyebabkan arus listrik mengalir. Baterai bekerja berdasarkan prinsip ini.
c. Aksi magnet
Bila arus listrik mengalir pada kabel atau kumparanakan menghasilkan medan magnet disekitarnya prinsip ini digunakan pada ignition coil, alternator motor starter dan macam-macam solenoid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar